Selasa, 19 Oktober 2010

Tugas Softskill SIA (30108461)

1.Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil,,berikan pendapat anda!!

Jawab :
pembagiian tugas secara efektif mungkin memang kurang tepat di lakukan di bisnis kecil karena kalau melibatkan banyak pihak secara ekonomi pengeluaran akan banyak sedangkan pendapatanya tidak terlalu besar jadi keuntungan yang di dapat sangat sedikit.

2.ketika anda ke bioskop, anda membeli tiket yang sudah di beri nomor dari loket atau kasir. Tiket tersebut kemudian di berikan ke orang lain di pintu masuk bioskop. Ketidak beraturan jenis apa yang ingin di hindari oleh bioskop ?
pengendalian apa yang di gunakan untuk menghindari ketidak beraturan tersebut ?
Resiko dan pajanan apa yang dapat anda identifikasi.

Jawab :
Pengendalian yang di gunakan, adalah pengendalian Preventive Control.
Resiko yang dapat saya identifikasi adalah, Bioskop tersebut tidak ingin terjadi kesalahan apa bila pada pintu masuk Bioskop tersebut tidak di periksa kembali nomor tiket yang sudah di beri, dan menghindari adanya penonton yang tidak memiliki tiket masuk ke dalam bioskop.

-Resiko&Pajanan apa yg dapat diidentifikasi, yaitu akan terjadi ke kisruhan d studio karena berebutan tempat duduk & ada orang” tertentu yang tidak memiliki tiket ada d studio.

Senin, 11 Oktober 2010

TUGAS SOFTSKILL AKUNTANSI SEMESTER 5

PT MAKMUR

Laporan Laba Rugi

per 31 Desember 2002

Pendapatan :

Pendapatan Komisi Rp 5.700.000

Pendapatan Sewa Rp 180.000 +

Jumlah Pendapatan Rp 5.880.000

Biaya-biaya :

Biaya Perlengkapan Rp 3.900.000

Biaya Pemeliharaan Rp 80.000

Biaya Iklan Rp 395.000

Biaya Telepon Rp 50.000 +

Jumlah Biaya-biaya Rp 4.425.000 -


Laba bersih Rp 1.455.000

PT MAKMUR

Laporan Perubahan Modal

per 31 Desember 2002

Modal Awal PT Makmur Rp 10.000.000

Laba Bersih Rp 1.455.000+


Modal Akhir Rp 11.455.000

PT MAKMUR

Neraca

per 31 Desember 2002

Aktiva

Aktiva Lancar :

Kas Rp 6.200.000

Piutang Dagang Rp 2.240.000

Perlengkapan Kantor Rp 265.000

Bunga dibayar dimuka Rp 50.000

Sewa dibayar dimuka Rp 900.000 +

Total Aktiva Lancar Rp 9.655.000

Harta Tetap :

Peralatan Kantor Rp 6.600.000 +


Total Harta Tetap & Lancar Rp 16.255.000

Utang dan Modal

Utang :

Utang Dagang Rp 1.800.000

Utang Wesel Rp 3.000.000 +

Total Utang Rp 4.800.000

Modal :

Modal PT Makmur Rp 11.455.000 +

Total Utang & Modal Rp 16.255.000

PT MAJU

Laporan Laba Rugi

per 31 Desember 2001

Pendapatan :

Pendapatan Komisi Rp 11.000.000

Pendapatan Bunga Rp 3.000.000 +

Jumlah Pendapatan Rp 14.000.000

Biaya-biaya :

Biaya Iklan Rp 1.000.000

Biaya Listrik Rp 2.500.000 +

Jumlah Biaya-biaya Rp 3.500.000 -


Laba bersih Rp10.500.000

PT MAJU

Laporan Perubahan Modal

per 31 Desember 2001

Modal Awal PT Maju Rp 6.000.000

Laba Bersih Rp 10.500.000 +

Rp 16.500.000

Pengambilan Prive Maju Rp 2.000.000 -

Modal Akhir Rp 14.500.000

PT MAJU

Neraca

per 31 Desember 2001

Aktiva

Aktiva Lancar :

Kas Rp 6.000.000

Piutang Rp 2.000.000

Perlengkapan Kantor Rp 3.000.000

Sewa dibayar dimuka Rp 1.500.000 +

Total Aktiva Lancar Rp 12.500.000

Harta Tetap :

Peralatan Kantor Rp 4.000.000

Tanah Rp 5.000.000 +


Total Harta Tetap&Lancar Rp 21.500.000

Utang dan Modal

Utang :

Utang Gaji Rp 2.000.000

Utang Usaha Rp 5.000.000 +

Total Utang Rp 7.000.000

Modal :

Modal PT Maju Rp 14.500.000 +

Total Utang & Modal Rp 21.500.000

Jumat, 30 April 2010

KEAMANAN

NAMA : CHANDRA IRAWAN
NPM : 30108461
KELAS : 2 DB 18

Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamananan nasional terhadap serangan teroris, keamanan komputer terhadap hacker, kemanan rumah terhadap maling dan penyelusup lainnya, keamanan finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya.


Mengkategorikan keamanan

Ada banyak literatur dalam analisis dan pengkategorian keamanan. Bagian penting dari kemanan adalah "titik terlemah dalam rantai". Situasinya juga berbeda karena pelindung harus mencakup semua titik serangan sedangkan penyerang hanya harus mengidentifikasi satu titik lemah dan berkonsentrasi di situ.

Jenis keamanan

Konsep keamanan

Beberapa konsep terjadi di beberapa bidang keamanan.

  • risiko - sebuah risiko adalah kemungkinan kejadian yang menyebabkan kehilangan
  • ancaman - sebuah ancaman adalah sebuah metode merealisasikan risiko
  • countermeasure - sebuah countermeasure adalah sebuah cara untuk menghentikan ancaman
  • pertahanan dalam kedalaman - jangan pernah bergantung pada satu pengatasan keamanan saja.
  • asuransi - asuransi adalah tingkatan jaminan bahwa sebuah sistem keamanan akan berlaku seperti yang diperkirakan.

Standar keamanan

PERTAHANAN

NAMA : CHANDRA IRAWAN
NPM : 30108461
KELAS : 2 DB 18

Secara umum, pertahanan adalah reaksi dari suatu badan terhadap sebuah serangan, dan melalui ekstensi segala cara dan langkah-langkah identifikasi dan pengukuran risiko atau bahaya, demikian pula dengan perlindungan dan/atau tanggapan.

1. Dalam bidang militer

Umumnya dibedakan antara pertahanan aktif dan pertahanan pasif.

  • Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) diselenggarakan oleh suatu Negara untuk menjamin integritas wilayahnya, perlindungan dari orang dan/atau menjaga kepentingan-kepentingannya. Pertahanan nasional dikelola oleh Departemen Pertahanan. Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan dan, di beberapa negara (misalnya Jepang), Angkatan Bela Diri.
  • Pertahanan komunitas adalah kekuatan sipil dan militer yang dilaksanakan oleh Negara untuk menjamin integritas wilayah mereka, melindungi penduduk dan/atau melindungi kepentingan mereka.
  • Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara (sebelumnya pertahanan terhadap pesawat: DCA), pertahanan rudal, dll. Tindakan, taktik, operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang/membalas serangan.

2. Dalam bidang hukum

  • Di bidang Hukum, pertahanan merupakan kehadiran pembela bantuan hukum bagi seorang terdakwa oleh seorang pengacara. Pertahanan diri (membela diri) adalah hak untuk membalas serangan kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain atas tindakan yang melanggar hukum dalam keadaan tertentu.

3.Dalam bidang medis

  • Kedokteran dan biologi:
    • Pertahanan kekebalan mewakili mekanisme pertahanan kekebalan organisme hidup terhadap virus.
    • Pertahanan palpasi adalah hambatan dari tunduk pada palpasi dari perut. Hal ini dapat diatasi dengan palpasi yang lembut. Pertahanan adalah hasil dari reaksi peritoneal bagian nyeri, infeksi, atau peradangan.

4. Dalam bidang olahraga

  • Olahraga pertahanan merupakan milik kelompok seni bela diri baik dengan kekhususan atau tidak, seperti namanya, adalah untuk mempelajari teknik-teknik perlindungan pribadi (membela diri).
  • Pertahanan dalam pertempuran olahraga adalah keterampilan dasar manajemen oposisi.
  • Pertahanan dalam tim bisbol adalah organisasi tim untuk mengurangi kemungkinan bertambahnya poin/nilai lawan.

BUDAYA

NAMA : CHANDRA IRAWAN
NPM : 30108461
KELAS : 2 DB 18


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.


1. Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.


2. Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


3. Unsur-Unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik).

4. Wujud dan komponen

Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefa)

Komponen

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

SOSIAL

NAMA : CHANDRA IRAWAN
NPM : 30108461
KELAS : 2 DB 18

Sosial dapat berarti kemasyarakatan.

EKONOMI

NAMA :CHANDRA IRAWAN
NPM :30108461
KELAS :2 DB 18

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

1. Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :

  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.


2. Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:

  • Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
  • Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.

Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:


3. Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.